Proses Funneling, Membangun Bisnis yang Unstoppable

Proses Funneling, Membangun Bisnis yang Unstoppable – Proses Funneling adalah proses mengubah pembeli dari yang awalnya tidak mau beli menjadi sangat bernafsu untuk membeli produk kita.

Funneling ini memerlukan proses yang panjang dari tahap pengenalan awal terhadap produk kita, membangun keterikatan dengan calon pelanggan, hingga tahap akhirnya adalah memaksimalkan profit.

Proses Funneling, Membangun Bisnis yang Unstoppable
Proses Funneling, Membangun Bisnis yang Unstoppable

Alur Sederhana/Simple Form dari Funneling

Lead Magnet => Trip Wire   => Core Offer => Profit Maximizer

Berikut adalah penjelasannya:

Lead Magnet: Memberikan sesuatu yang GRATIS untuk ditukarkan dengan email pengunjung. Contoh: Ebook, Tutorial Gratis, Free Class/Webminar

Trip Wire: Penawaran yang bertujuan mengubah Leads menjadi Customer. Berawal dari membeli Produk yang Termurah. Belum proses menghasilkan banyak profit, tapi sudah dapatkan pelanggan pertama

Core Offer: Penawaran Produk Utama untuk benar-benar menghasilkan Profit

Profit Maximizer: Mendapatkan keuntungan lebih besar dari Core Offer, biasanya dengan Private Mentor yang berbayar lebih mahal, atau produk premium yang harganya mahal sekali

 

Ada 3 Jenis dari Calon Pelanggan: Cold MarketWarm MarketHot Market

Perjalanan mengubah konsumen dari Cold menjadi Hot perlu teknik Funneling

Konsumen yang masih tahap Cold membutuhkan proses Edukasi, jika tahapnya Warm tandanya sudah bisa masuk ke Calon Prospek, dan jika dia Hot Market tandanya sudah beli produk kita dan merekomendasi kepada orang-orang disekitarnya untuk beli produk kita.

Proses Funneling Marketing
Proses Funneling Marketing

Balik lagi ke Proses Funneling, berikut adalah versi complex-nya: (Sumber: https://www.digitalmarketer.com/blog/customer-value-optimization/)

Step 1: Determine Your Product Market Fit

=> Cara sederhana untuk mengidentifikasikan Market itu pola-nya adalah:

Before => Transformation => After

Yang dibeli oleh pelanggan itu adalah Proses Transformasi-nya, bukan produk atau jasa yang kita jual. Contohnya jika yang kita jual adalah sebuah obat sakit kepala, Calon Pelanggan yang tentunya ‘Penderita Sakit Kepala’ pada posisi Before, kemudian ia membeli obat dari kita, hingga akhirnya ia ‘Sembuh’ (After). Transformasi yang ia dapatkan tentu saja proses dari sakit kepala menjadi sembuh dan normal kembali.

Setelah dapat market yang tepat, selanjutnya adalah…

Step 2: Choose a Traffic Source

=> Kuasai skill trafik untuk mengejar Cold Market. Beberapa skill-nya seperti FB Ads, Instagram, Artikel SEO & LBO di Website, Youtube, hingga Google Business. Arahkan mereka menuju Landing Page jualan kita

Step 3: Offer Lead Magnet

=> Setelah trafik mulai ramai, tawarkan mereka Lead Magnet, sesuatu yang diberikan gratis sebagai hadiah kepada pengunjung yang memasukkan data email dan nama ke dalam web kita

Step 4: Offer Trip Wire

=> Tawari Produk Pembuka sebelum mereka membeli Produk Utama kita

Step 5: Offer Core Product

=> Setelah pelanggan membeli Tripwire dari kita, selanjutnya jalin terus komunikasi dengan mereka untuk menawari Core Product kita

Step 6: Offer Profit Maximizer

=> Profit yang bisa dibilang marginnya lebih besar dari Core Product kita

Step 7: Create Return Path

=> Buat konsumen belanja produk kita berkali-kali. Tawarkan product lain yang terkait dengan target market tersebut, sesuai dengan perkembangan trend. Jalin terus hubungan dengan konsumen melalui Email, Telegram, WA & Facebook Group serta Instagram.

Baca juga Artikel lainnyaCara Bikin Website Hanya Dalam Hitungan Menit

Customer Value Optimization: How to Build an Unstoppable Business

Contoh Sederhananya, disini kita ambil Case Study dari Travatrip ID

Travatrip ID ini adalah sebuah Perusahaan Bisnis Travel yang berbasis di Yogyakarta. Fokus utama dari bisnisnya adalah:

  1. Penjualan Tiket Pesawat, Hotel, Paket Tour, Umrah, dan layanan Multipayment seperti Pulsa, Listrik, hingga Top up Ovo dan Gopay.
  2. Kemudian untuk Pengembangan Bisnisnya Travatrip ID juga membuka program Kemitraan dimana customer bisa bekerjasama sebagai Travel Agent atau Reseller untuk penjualan produk-produk diatas tadi. Disini Travatrip ID membangun sebuah komunitas yang dinamakan Generasi Belajar dimana para member bisa saling belajar seputar ilmu Bisnis Online dan Digital Marketing.

Nah, jika menggunakan strategi Funneling diatas tadi, berikut adalah Strategi yang dibuat oleh Tim Travatrip ID :

  1. Determine Product Market Fit => Karena fokus Travatrip ID disini adalah Pengembangan Bisnis, maka target mereka adalah membangun komunitas yang berisi orang-orang yang ingin memulai bisnis online serta orang yang sudah memiliki bisnis dan ingin mengembangkannya secara Online. Karena Pasar Bisnis Online Pemula saat ini memiliki Size yang sangat besar di Indonesia. Semua orang ingin bisnis go online.
  2. Choose Traffic => Kemudian menguasai skill-skill menarik trafik untuk mengejar cold market. Beberapa skill-nya seperti FB Ads, Instagram, Artikel SEO Website, Youtube, Banner Ads, Google Ads, hingga Google My Business.
  3. Offer Lead Magnet => Setelah Trafik mulai ramai, tawarkan mereka Lead Magnet, sesuatu yang diberikan gratis sebagai hadiah kepada pengunjung yang memasukkan data email dan nama mereka. Produknya bisa berupa Ebook, Tutorial Gratis, Free Class/Webminar yang terkait dengan Bisnis Online dan Digital Marketing, sesuai target market
  4. Offer Trip Wire => Tawari Produk Pembuka sebelum mereka membeli produk utama. Produk pembuka yang diberikan disini seperti Workshop Digital Marketing materi sangat dasar, seperti FB Ads, Copywriting, Cara Memasarkan Produk via Online, Cara Riset Produk di Pasaran dan juga Cara Mendatangkan Trafik. Posisi ini tidak terlalu mengejar profit.
  5. Offer Core Product => Tahap ini sudah mulai mempromosikan Produk Utama dari Travatrip ID yaitu menjual Tiket Pesawat, Paket Tour, dan juga Aplikasi untuk Travel Agent/Reseller yang ingin bergabung dan mengembangkan bisnis dari Travatrip ID
  6. Offer Profit Maximizer => Di tahap memaksimalkan Profit ini, Travatrip ID mulai bekerjasama dengan vendor-vendor lainnya seperti Paket Umroh, Tour Muslim, hingga website yang menjual peralatan-peralatan traveling agar mendapatkan margin yang lebih besar lagi. Tahap ini adalah Menawarkan konsumen produk lain yang marketnya masih sesuai, dan juga mengikuti perkembangan trend.
  7. Create Return Path => Hingga di tahap akhir, yaitu membuat konsumen belanja produk berkali-kali, baik itu membeli ulang ataupun membeli silang produk lainnya. Tahap ini lebih banyak fokus kepada pelayanan, dan juga membangun keterikatan dengan konsumen melalui Email, Telegram, WA & Facebook Grup serta Instagram.

Itulah tadi Proses Funneling, Membangun Bisnis yang Unstoppable yang disadur dari Komunitas Bisnis Online SB1M Jakarta. Teman-teman bisa Daftar Secara GRATIS dengan klik Gambar Dibawah ini.



 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *